9 Jenis Kopi Terbaik di Indonesia Yang Wajib Kamu Coba

Jenis Kopi Terbaik di Indonesia yang wajib kamu coba

InnovationVibe – Kopi Terbaik di Indonesia Yang Wajib Kamu Coba – Saat ini kopi merupakan salah satu komoditas penting didunia setelah minyak bumi, mengenai asal-usulnya, tidak ada yang tahu persis  kapan kopi ditemukan, walaupun ada banyak cerita mengenainya.

Sejarah kopi sendiri telah lama ada, bahkan, hingga abad ke-9. Karena untuk pertama kalinya kopi tumbuh di benua Afrika, tepatnya di Ethiopia, tanaman biji-bijian tersebut ditanam oleh orang Ethiopia pada daerah dataran tinggi disana. Lalu, pada saat bangsa Arab mulai melebarkan perniagaannya, Tanaman kopi pun ikut menyebar hingga ke daerah Afrika Utara, disanalah biji kopi tersebut mulai ditanam secara massal. Dan dari Afrika Utara itulah biji kopi menyebar keseluruh dunia melalui perdagangan yang dibawa oleh saudagar Arab hingga sampai ke Indonesia.

Baca juga: 10 Manfaat Daun Jarak Bagi Kesehatan Dan Kebugaran Tubuh Kita

Di Indonesia, kopi dapat tumbuh pada hampir seluruh wilayahnya, mulai dari Sabang sampai Merauke. Kopi adalah minuman yang menjadi tren di masyarakat, saat ini digemari oleh semua usia, tampak dari menjamurnya kedai-kedai kopi atau cafe yang menyajikan minuman dengan berbagai varian dari kopi. Dari beraneka macam kopi tersebut, ada 9 daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia yang bahkan sudah terkenal hingga mancanegara. Yuk, simak ulasannya.

Berikut 9 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia

  1. KOPI ACEH GAYO

Disebut kopi Gayo, karena kopi ini ditanam berasal dari Gayo, yang merupakan sebuah daerah dataran tinggi di Aceh Tengah, Aceh. Kopi gayo merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan, dengan karakteristik aroma dan rasa kopinya yang khas.

Propinsi Aceh sendiri terletak di ujung utara pulau Sumatera memiliki beragam jenis keunikan, mulai dari budaya, adat istiadat, kuliner khas, dan bentangan alam yang indah hingga hal unik lainnya. Tidak hanya itu, Aceh dikenal juga sebagai salah satu pusat produksi kopi Arabika di Indonesia, dengan kualitas kopinya yang sangat baik hingga terkenal di mancanegara. Kopinya ini lebih dikenal dengan sebutan Kopi “Gayo” mengacu pada daerah tempat kopi itu tumbuh.

Perkebunan kopi Gayo berada pada ketinggian 1.000-1.200 mdpl. Terletak di kabupaten Aceh Tengah di sekitar kota Takengon. Mas yarakat yang tinggal disini mayoritas adalah orang-orang Gayo.

Perkebunan kopi di Gayo umumnya dibudidayakan oleh petani atau masyarakat sekitar, budidaya tanamannya dilakukan di tempat teduh (shade grown coffee). Dengan biji kopi yang dihasilkan adalah dari jenis Arabika. Tingkat keasaman yang rendah berpadu dengan sedikit rasa rempah menjadi karakter unik dari rasa kopi Gayo yang membuatnya digemari banyak kalangan.

Ditanam sejak zaman Belanda dan menjadi komoditas dagang dari pemerintahan Hindia Belanda menjadikan kopi Gayo terkenal dipasaran internasional, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Ciri khas dari kopi Arabika Gayo yang cenderung memiliki rasa yang tidak konsisten, membuatnya laku sebagai campuran house blend. Hal ini disebabkan oleh karena perkebunan kopi ini tumbuh di daerah dataran tinggi atau pegunungan.

  1. Kopi Sidikalang

Sesuai namanya, kopi ini  berasal dari Sidikalang, Sumatera Utara. Sidikalang adalah ibu kota Kabupaten Dairi, yang terletak di daerah pegunungan Bukit Barisan dan berada di ketinggian 1.500 mdpl.

Kopi Sidikalang menghasilkan jenis kopi Robusta dan Arabika sekaligus. Kualitas dari kopi Robusta sendiri dikenal memiliki kadar kafein tinggi, mencapai 70-80%, sedangkan Arabika hanya setengahnya saja. Perbedaan ini disebabkan oleh kondisi tanah yang membuat terjadinya perbedaan tingkat kafein pada kopi Robusta dan Arabika.

Umumnya, tanaman kopi di pulau Sumatra ditanam pada ketinggian di atas 1000 mdpl. Ini membuat kualitas biji kopi yang dihasilkan mempunyai fisik dan karakter rasa yang lebih kuat.

  1. Kopi Luwak

Berasal dari biji kopi yang dipanen dari feses luwak liar yang dibersihkan, itulah kenapa kopi ini dinamakan Kopi Luwak. Dengan rasa yang lebih halus dari kopi pada umumnya, karena disebabkan oleh proses fermentasi melalui perut luwak, menjadikannya sebagai salah satu minuman mahal dengan harga selangit, sekaligus sebagai komoditas ekspor dengan harga yang tinggi.

Asal mulanya, ketika pekerja perkebunan kopi menemukan ada sejenis musang yang suka memakan biji kopi, dan yang dicernanya hanya daging buahnya saja. Lalu, biji kopi hasil dari feses ini, dipungut, dicuci, disangrai, ditumbuk dan diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak. kenikmatan aromatik dari kopi Luwak membuatnya cepat menjadi terkenal dan digemari oleh banyak kalangan.

  1. Kopi Wamena

Kopi kebanggan kita yang satu ini, sesuai dengan namanya tumbuh subur di Pegunungan Wamena. Memiliki aroma yang ringan, tetapi sangat harum,ini disebabkan oleh petani yang hanya memakai bahan organik dalam melakukan penananam pada kopi tersebut.

Rasanya yang original menjadi ciri khas dari kopi Wamena, karena tidak ada ampas dan keharuman yang dihasilkan oleh aromanya, serta tingkat keasaman yang rendah menjadikan keunggulan dari kopi ini.

Cita rasa yang lembut dan seimbang yang dimiliki oleh kopi Wamena, menjadikan aromanya sangat kuat terasa dan memiliki nuansa floral. Karakter aroma yang jarang dipunyai oleh kopi dari daerah lainnya di Indonesia, serta memiliki tekstur yang sangat halus, aroma biji kopi Arabika Wamena membuatnya terasa wangi. Dengan kadar asam dan kafein yang rendah, sekaligus memiliki rasa manis yang alami. Menjadikannya sebagai salah satu jenis kopi Arabika Wamena dengan varian termahal di kelasnya.

  1. Kopi Toraja

Kopi Toraja meruakan salah satu kopi terbaik Indonesia, kopi yang berasal dari dataran tinggi di Sulawei ini sudah dikenal luas di dunia internasional sebagai kopi terenak. Awalnya kopi Toraja ini menyebar di Jepang sebagai produk mewah atau premium, dan saat ini kopi Toraja banyak memenuhi minimarket maupun pasar swalayan dinegeri sakura tersebut.

Sebagai salah satu varian kopi populer yang punya kualitas bagus di Indonesia. Kopi ini memiliki rasa yang khas dan karakter yang unik. Nama latin dari kopi ini adalah Celeber Kalosi. Sebagai kopi terenak, menjadikannya sebagai salah satu kopi Indonesia yang telah diekspor.

Kopi Toraja ditanam pada ketinggian 1400 hingga 2100 mdpl, membuatnya memiliki rasa yang nikmat dan khas. Rasa wangi yang keluar dari aromanya disebabkan oleh pohon kopi yang tumbuh berdampingan dengan banyak tanaman rempah-rempah di kawasan pegunungan Sasean tersebut.

  1. Kopi Kintamani

Kopi Kintamani adalah jenis kopi Arabika, dengan rasa yang ringan dan aroma yang unik. Ditanam pada dataran tinggi Kintamani di atas 900 mdpl.

Aroma Jeruk yang keluar dari aromanya disebabkan oleh kopi ini tumbuh berdampingan dengan tanaman jeruk disekitar kawasan Kintamani. Dengan tingkat keasaman yang sedang, kopi kintamani menjadi favorit para pecinta kopi dalam dan luar negeri. Biji kopi yang diolah pun berasal dari biji kopi pilihan dengan pengolahan secara tradisional.

  1. Kopi Mandailing

Kopi Mandailing adalah jenis kopi arabika dari Mandailing, Sumatra utara. Kopi ini mempunyai citarasa kekentalan yang bagus, tingkat keasaman sedang dan rasa floral dengan akhir rasa yang manis. Kopi Mandailing sudah mendunia akan kelezatannya.

Giling basah atau semi wash merupakan tradisi masyarakat Mandailing yang dilakukan oleh petani kopi, umumnya di Sumatera.

Dengan cara dikuliti, difermentasi, dikeringkan sebentar, lalu dikupas dan dikeringkan lagi. Inilah penyebab cita rasa kopi mandailing menjadi khas, dengantingkat keasaman yang rendah dan tingkat kekentalan yang tinggi.

  1. Kopi Flores Bajawa

Kopi Flores Bajawa ini merupakan salah satu kopi yang sangat terkenal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), kopi bajawa sendiri berasal dari kawasan dataran tinggi di kabupaten Ngada, Flores. Kopi yang tumbuh pada dataran tinggi diantara Gunung Api Inerie dan Gunung Api Abulobo dengan ketinggian sekitar 1.000 – 1.550 mdpl dengan suhu pada kisaran 15-25 °C, kawasan ini sangat bagus untuk budidaya kopi arabika. Di sinilah masyarakat Bajawa membudidayakan tanaman kopi secara turun-temurun.

Kopi Flores Bajawa ini dibudidayakan melalui sistem pertanian organik serta ditopang oleh iklim mikro yang bagus membuat Kopi Arabika Flores Bajawa memiliki cita rasa yang khas dan unik, dengan aroma kuat bernuansa bunga, tingkat keasaman sedang, kekentalan sedang sampai kuat, dan nuansa rasa manis yang kuat.

Pada saat sekarang perkebunan kopi Flores Bajawa ini sudah di kelola secara serius oleh pemerintah sehingga produtivitasnya nya menjadi baik, tampak dari hasil produksi yang bagus dan juga mengingat permintaan kopi yang tinggi dipasaran dunia.

  1. Kopi Java Preanger

Kopi Java Preanger sendiri sudah mulai terkenal sejak abad ke-17, yaitu sejak zaman ketika Indonesia bernama Hindia Belanda, kopi ini menjadi pilihan terbaik bagi para petinggi Belanda waktu itu dengan aroma rempahnya yang khas. Proses giling basah yang dilakukan petani membuat kopi Jawa sangat nikmat dan menjadi salah satu kopi berkualitas tinggi di dunia.

Kembali ke zaman penjajahan Belanda, Perdagangan kopi sangat menguntungkan bagi VOC saat itu, akan tetapi sangat sedikit petani yang mendapat manfaatnya yang dipaksa menanam kopi oleh pemerintah Kolonial Belanda. Kopi Java Preanger memiliki karakter pada body dan acidity-nya yang sedang dengan aroma dan cita rasa yang kaya. Dahulunya dikenal sebagai kopi malabar karena dibawa dari salah satu nama gunung di daerah perkebunan dimana kopi tersebut berasal.

Sebenarnya cukup banyak daerah dan kopi-kopi asli Indonesia yang punya ke-khas-an dengan cita rasa yang unik dan sangat terkenal di mancanegara, bahkan ada beberapa jenis kopi yang langka yang pastinya ikut mengerek harganya menjadi sangat tinggi dipasaran.

Semoga ulasan 9 Kopi Terbaik di Indonesia ini dapat membantu dan bisa menambah pengetahuan kita mengenai jenis kopi terbaik, sekaligus daerah penghasil kopi tersebut di Indonesia dengan kualitas super yang tentunya tidak kalah dengan jenis kopi lainnya didunia.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *