Mengenal Evos Legends Sang Juara MPL Season 7

Mengenal Evos Legends Sang Juara MPL Season 7

InnovationVibeMengenal Evos Legends Sang Juara MPL Season 7 – Tim e-sports Evos Legends berhasil menjadi juara turnamen Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 7 usai mengalahkan Bigetron Alpha  pada pertandingan grand final, Minggu (2/5/21) dengan score 2-4. Selain mendapatkan gelar juara MPL ID season 7, tim dengan julukan macan putih tersebut  juga mendapatkan golden tiket untuk berlaga di ajang turnamen skala Asia Tenggara, yaitu Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2021.

Juaranya Evos bisa dibilang dapat mengejutkan banyak pihak terutama para fans karbitan. Siapa sangka tim yang sempat terseok-seok di pekan awal serta banyak dicemooh dan direndahkan oleh para  karbitan tersebut mampu mengangkat trofi piala di akhir season 7.  Lantas, siapa sih Evos Legends?  dan bagaimana kiprahnya di skema kompetisi Mobile Legends?  Berikut ulasannya!

Sejarah Evos Legends

Evos Legends merupakan tim divisi Mobile Legends dari Evos Esport yang sebelumnya dikenal sebagai Zero Latitude yang mana merupakan organisasi esport profesional team yang berbasis di JakartaIndonesia yang didirikan oleh Ivan Yeo serta kendali dipegang oleh Bisma Aditya Putra sebagai Chief Executive Officer (CEO). Mula terbentuk EVOS divisi Mobile Legends saat manajemen EVOS mengakuisisi squad Lord yang dinilai berisikan pemain tangguh serta memiliki kekompakan satu sama lain.

Sejarah Evos Legends Sang Juara MPL Season 7

Saat itu Roaster dari Evos Legends berjumlah 9 orang, roster awal EVOS beranggotakan 9 orang, yaitu Bandot, Quack, KneEr, Oreo, Oura, Donkey, Rekt, Fabiens, dan Eiduart.  Adapun turnaen perdana mereka ialah Garuda Legendary Cup, meski tim baru tetapi mereka mendapatkan hasil yang baik yaitu menepati posisi ke 2 dari turnamen tersebut.

Memulai Laga di Mobile Legends Profesional League (MPL) Indonesia

Sejak MPL season 1, Evos Legends  bisa dikatakan merupakan tim terkuat di kompetisi Mobile Legends yang ada di Indonesia. Keganasan tim berlogo macan tersebut terlihat, ia mampu mengalahkan lawan-lawanya meski sampai akhirnya ia harus mengakui keunggulan dari NXL saat partai final yang membuat Evos gagal meraih gelar juara.

Mengenal Evos Legends Sang Juara MPL Season 7 di Indonesia

Pada season 2, Evos juga menunjukan taring nya meski mengalami lika-liku lawan tim yang kuat dan solid. Banyak warganet memprediksi bahwa Onic lah yang akan meraih gelar juara, akan tetapi justru yang berlaga di partai Final ialah Evos dan RRQ. Namun sayang Evos harus puas di posisi ke 2 lagi karena atmosfer permainan kurang stabil dan kalah dengan skor 3-0. Diseason ke 3 bisa dibilang menjadi season yang kurang memuaskan bagi Fans dari  Evos Legends. Karena performa dari tim macan putih dinilai sangat menurun. Evos harus tumbamg  pada  laga playoff.

Meski performa down di MPL ID season 3, Evos Legends mampu bangkit saat di season ke 4. Adapun roaster tim saat itu ialah  Oura (fighter dan offlaner), Donkey (tank), Wannn (midlaner), Luminaire (tank dan support), dan Rekt (all rounder). Performa.yang paling mencolok menurut penulis ialah  Oura  tugasnya sebagai offliner yang mampu membuat lawannya kualahan.

Mengenal Evos Legends Sang Juara MPL Season 7 - angkat tropi

Selain itu peran serta ketenangan dari Rekt sebagai capten tim juga menjadi kunci dalam menjaga permainan tim nya agar tetap solid. Kombo tank – support antara donkey dan luminare membuat permainan menjadi stabil akhirnya Evos Legends mampu mengangkat Trofy pada MPL ID season 4, hal ini membuat Evos Legends mendapatkan golden tiket untuk mengikuti turnamen Skala Dunia season 1 (M1).

Pada laga M1,  Evos dapat tampil secara gemilang dalam melawam tim papan atas dunia, Rekt dan kawan-kawan berhasil melaju ke partai final melawan rivalnya tim sesama Indonesia yaitu RRQ. Laga final pun berlangsung seru dan dramatis. Namun kekompakam permainan  dari Evos membuat RRQ harus mengakui keunggulan tim lawan.  Hasil akhir Evos berhasil memenangkan laga dan menjadi juara M1. Secara populatitas Evos memiliki rating yang cukup tinggi serta enjadi tim yang ditakuti  karena sekaligus dapat menjuarai MPL ID season 4 dan M1.

Berlanjut pada MPL  ID season 5, Evos harus mengalami kejadian pahit yaitu kehilangan Oura yang pensiun dan Donkey yang lebih memilih menjadi cadangan, tentu ini menjadi pukulan terbesar bagi Evos Legends. Pada babak regular season MPL Season 5, Evos berkali-kali melakukan pergantian pemain, berbeda saat mereka menjadi juara di MPL Season 4 dimana mereka sama sekali tidak melakukan pergantian roster.

Mengenal Evos Legends Sang Juara MPL Season 7 - squad

Hal ini membuat Evos sempat menurun performanya saat awal musim, akan tetapi terbentuknya kembali kemistri antar pemain bisa meningkatkan performa kembali dan mengakhiri regular season di posisi ke-3.  Saat baak playoff dengan performa tim yang kembali membaik Evos Legends dapat mampu melaju ke Grand Final dan kembali ketemu dengan Rivalnya yaitu RRQ Hoshi. Sepintas karena sering bertemu pada laga kursial,  Setiap pertandingan Evos Legends dan RQQ Hoshi,netizen sering memberi laga tersebut dengan gelar El Classico.  Namun dihasil akhir, Hasil Final MPL Season 5 Evos harus mengakui keunggilan RRQ dan kalah dengan skor tipis 2-3 dan menepati posisi Runner Up.

Setelah itu di MPL ID Season 6, Evos harus mengalami hal yang pahit,  Evos Legends seolah kehilangan taringnya. Meski lolos ke babak playoff, EVOS ada di peringkat kelima klasemen sementara dengan poin -2. Secara statistik, EVOS pun hanya punya persentase 50 perse ( Menang 6 x dan Kalah 6 x).  Saat laga play off pun Evos dinyayakan gugur karena mengalami kekalahan dengan lawan Rivalnya RRQ.

Yang biasanya kalah dengan permainam yang sengit, tetapi untuk season 6 ini performa tim Evos Legends baik menang ataupun kalah dipandang buruk oleh Netizen. Apalagi saat momen dimana Zeys yang mulanya pelatih malah menjadi roaster untuk ikut bertanding. Hal ini sontak membuat Evos yang namanya harum menjadi bulan-bulanan berupa bullyan dari fans karbitan. Hinaan dan komentar negatif sering melanda akun sosial media para pemain.

Meski begitu, Evos Legends pun tidak terlalu larut akan performa mereka yang menurun. Kembali nya Luminare yang sempat absen satu season serta gabung nya Anti Mage dan Clover seolah membuat gebrakan baru. Sanga macan putih yang semula terlihat tertidur, secara perlahan kembali mengeluarkan taring nya. Meski sedikit gambling pada awal season, namun di akhir babak penyisihan reguler season hingga laga Play Off Evos Legends mulai menampakkan kemistrinya dalam bertanding. Hal ini dibuktikan dengan lolos nya tim macan putih ke Grand Final melawan Bigreton Alpa meski dengan mengamankan posisi Upper Bracket.

Tak ada kata menyerah, Meski selama reguler season serta playoff tidak pernah mendapatkan kemenangan melawan Bigreton Alpha. Namun ketika di Grand Final, Evos Legends dapat mencabik lawannya dan mengalahkan Bigreton Alpha dengan skor 4-2. Hal membuat Evos Legends menjadi juara MPL ID Season 7 dan berhak mengikuti turnamen MSC (MLBB Southeast Asia Cup) pada Juni 2021 nanti mewakili tim Indonesia. Kini citra sang macan kembali mulai bangkit, Evos Legends secara prestasi berhasil membuktikan bahwa mereka bukanlah tim yang lemah!. Ya namanya kompetisi pasti ada lika-liku serta naik dan turunnya performa karena itu wajar. Jalan tidak selalu mulus ya guys!.

Akhir Kata

Nah itulah ulasan singkat mengenai sejarah dan perjalanan karir dari tim Evos Legends teman-teman. Penulis mengucapkan selamat kepada tim Macam Putih yang telah berhasil menjuarai MPL ID Season 7!. Semoga sukses untuk merebut piala pada pertandingan MSC 2021! Dan mengukir gelar kembali seperti saat berlaga di MPL Season 4 dan M1. Mohon maaf apabila banyak kekurangan dan kesalahan kata, sampai jumla di tulisan selanjutnya!

Baca juga: Cara Membuat Room di Among Us dengan Benar
Baca juga: Cara Membuat Nama Unik di ML dan Update Terbaru Fitur Free Look FF

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *