Napak Tilas KRI Nanggala 402 Sang Monster Laut Penjaga NKRI

napak tilas kri nanggala 402

InnovationVibe – Napak Tilas KRI Nanggala 402 Sang Monster Laut Penjaga NKRI – Secara nyata, kapal selam KRI Nanggala 402 bisa dikatakan telah mengakhiri masa tugasnya dalam misi menjaga laut samudera NKRI pada tanggal 25 April 2021 ketika ditemukan tenggelam dengan kondisi pecah menjadi 3 bagian dikedalaman 838 meter utara palung laut Bali. Meskipun begitu, didalam sanubari hati kecil rakyat dan bangsa Indonesia menganggap alutsista kebanggaan negara itu tidaklah tenggelam, akan tetapi kini tengah menjalankan tugas berpatroli dikeabadian untuk selama-lamanya. Lalu bagaimanakah perjalanan panjang dari KRI Nanggala 402  tersebut?  Berikut ulasannya.

Sejarah KRI Nanggala 402

KRI Nanggala dipesan pada tanggal 2 April 1977 oleh pemerintah Indonesia saat semua kapal dari Uni Soviet dipensiunkan. Kapal selam ini dibuat pada bulan maret tahun 1978 oleh Howaldtswerke di kota Lübeck, Jerman dengan mengucurkan dana sebesar kurang lebih 100 juta dolar Amerika Serikat dan selesai serta diserahkan kepada Pemerintahan Indonesia pada tanggal 6 Juli 1981. Penamaan Nanggala sendiri diambil dari nama senjata tokoh pewayangan Baladewa yang berkarakter keras kepala dan pemarah. Namun Baladewa ini merupakan raja yang dikenal jujur, tulus, adil serta tak sungkan untuk mengucapkan maaf apabila telah  melakukan kesalahan.

sejarah kri nanggala 402

Senjata berupa tombak Nanggala yang dimiliki oleh Baladewa itu sendiri dikenal sebagai senjata yang kuat dan super sakti yang konon mampu membelah gunung serta mencairkan besi baja. Dengan makna itu, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut memberikan nama Nanggala untuk kapal selam mereka dengan nama lengkap KRI Nanggala 02 secara resmi disematkan pada tanggal 28 Agustus 1981 melalui Surat Keputusan Kasal Nomor Skep/2902/IX/1981 tanggal  26 Agustus 1981 perihal penetapan KRI Nanggala 402 sebagai kapal perang organik milik armada Republik Indonesia.

KRI Nanggala pertama kali diperkenalkan ke publik saat ulang tahun Tentara Nasional Indonesia ke 36 tahun pada tanggal 5 Oktober 1981 serta  diresmikan penggunaanya oleh Jenderal TNI  Muhammad Jusuf  selaku Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata pada 21 Oktober 1981 di Dergama Ujung Surabaya.  Adapun data teknis atau spesifikasi dari kapal selam ini ialah :

  1. Berkelas Cakra dengan panjang 59,5 meter, lebar 6,3 meter dan sarat air 5,5 meter. Jenisnya ialah Kapal Selam Serbu dengan berat 1,285 ton di permukaan dan 1,390 ton saat menyelam dibawah air
  2. Kecepatannya sebanyak 11 knot (20km/jam: 13mph) ketika berada dipermukaan dan 21,5 knot (39,8 km/jam : 24,7 mph) ketika menyelam di air.
  3. Didorong dengan 4 x mesin diesel MTU 12V493 AZ80 GA31L bertenaga 0,001790 MW (2,400 hp), 4 x alternator Siemens bertenaga 2300 hp (1,7 MW), 1 x motor Siemens bertenaga 0,003430 MW (4,600 hp) dan 1 x shaft yang dapat menghasilkan 4.600 SHP.
  4. Dapat menyelam hingga kedalaman 250 meter dibawah permukaan air laut dengan jaugkauan 8,200 nmi (15,186 km : 9,436 mi) pada kecepatan 8 kn (15 km/jam: 9,2 mph).
  5. Memiliki sensor dan sistem pemerosesan berupa Sistem Kendali Senjata Signal Sinbad, Radar Permukaan Thomson-CSF Calypso, I-band serta Sonar pencarian dan penyerangan berjenis Atlas Elektronik CSU 3-2 dan PRS-3/4 passive ranging.
  6. Terdapat Persenjataan berupa 14 buah torpedo berukuran 21 inci dalam 8 tabung yang mempunyai jarak tembak sejauh 2 mil.

Penugasan KRI Nanggala 402

Dijuluki sebagai monster laut yang dikenal senyap dan sulit terdeteksi oleh musuh, KRI Nanggala tentu saja telah melakukan banyak penugasan baik itu operasi militer atau pun misi latihan, berikut inilah sebagian misi penugasan dari KRI Nanggala 402.

  1. Pada Mei 1992, KRI Nanggala 402 ditugaskan untuk sebuah misi intelijen di Samudera Hindia yang bersifat rahasia.
  2. Pada Agustus hingga Oktober tahun 1999, KRI Nanggala 402 ditugaskan dalam sebuah misi intelijen bersama KRI Cakra 401 untuk melacak Pasukan Internasional Timor Timur (Interfet)
  3. Pada Juni 2002, KRI Nanggala dilibatkan dalam latihan gabungan TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan nama sandi CARAT-8/02. CARAT (Cooperation Afloat Readiness and Training) merupakan bantuan latihan militer Amerika Serikat terhadap militer negara sahabat di Asia Tenggara. Latihan ini berlangsung di perairan Laut Jawa, Selat Bali dan Situbondo.
  4. Pada tanggal 8 April tahun 2004, KRI Nanggala berhasil menenggelamkan eks KRI Rakata, sebuah kapal tunda samudera buatan 1942 dengan torpedo SUT dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudera Hindia.
  5. Pada Mei 2005 KRI Nanggala 402 ditugaskan untuk berjaga di Nunukan, Kalimantan Timur dengan tugas mengintai, menyusup dan memburu sasaran strategis apabila dalam keadaan mendesak dan siap perang. Hal ini dilakukan karena Kapal Dirja Rencong milik Angkatan Laut Malaysia melakukan manuver yang dianggap membahayakan pembangunan mercusuar Karang Unarang ditengah konflik sengketa blok Masela.
  6. Pada akhir bulan Agustus tahun 2012, KRI Nanggala diikutsertakan dalam sebuah latihan gabungan bersama kapal selam Amerika Serikat bernama USS Oklahoma City. Latihan tersebut juga diikuti oleh KRI Diponegoro (365) dan sebuah helikopter Bölkow-Blohm.
  7. Pada Tahun 2015, KRI Nanggala 402 bergabung dalam Satuan Tugas Perisai Nusa-15 untuk melaksanakan Operasi Siaga Tempur Laut untuk pencegahan dan penindakan pelanggaran wilayah perairan yuridiksi nasional Indonesia kawasan Timur.

Itulah beberapa penugasan operasi militer dan misi latihan dari KRI Nanggala 402, memang tidak semuanya dapat dituliskan karena namanya operasi militer tidak seluruhnya dapat diakses publik karena berstatus rahasia dan hanya diketahui oleh institusi Tentara Nasional Indonesia saja yang khususnya angkatan laut. Lanjut..

Riwayat Perbaikan KRI Nanggala 402

riwayat perbaikan kri nanggala 402
Pic by TribunKaltim

KRI Nanggala pernah melakukan perbaikan di Howaldtswerke dan selesai pada 1989.  Setelah itu, kapal selam ini kembali menjalani perbaikan penuh dengan biaya 63.7 juta dolar Amerika Serikat selama dua tahun di Korea Selatan oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) yang selesai pada Februari 2012. Pada perbaikan ini sebagian struktur atas kapal diganti dan sistem persenjataan, sonar, radar, kendali tempur, dan propulsi dimutakhirkan. Setelah perbaikan KRI Nanggala 402 mampu menembakkan empat torpedo secara bersamaan menuju empat target yang berbeda dan meluncurkan misil antikapal seperti Exocet atau Harpoon. Lima tahun kemudian, KRI Nanggala dilengkapi dengan sistem echosounder KULAÇ buatan ASELSAN.

Hilang Kontak dan Penemuan di Palung Laut Bali

Pada 21 April 2021 yang bertepatan dengan hari Kartini, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan bahwa KRI Nanggala 402 telah gagal melaporkan statusnya setelah melakukan penembakan torpedo disekitar 95 km (51 mil) utara laut Pulau Bali. TNI AL menyatakan bahwa KRI Nanggala meminta persetujuan pada pukul 03.00 WIB untuk menyelam dan menembakkan Torpedo SUT. Pada pukul 04.00 WIB, KRI Nanggala telah memasuki tahap penggenangan tabung torpedo. Adapun komunikasi terakhir terjadi pada pukul 04.25 WIB yang mana kala itu komandan gugus tugas latihan memberikan otoritas kepada Nanggala untuk menembakkan torpedo nomor 8.  Tidak ada laporan balik dari bawah air laut tersebut, dan kapal selam itu dinyatakan hilang kontak pada pukul 04.30 WIB.

Hingga Kamis, 22 April, TNI AL telah mengerahkan enam kapal diantaranya KRI Dr. Soeharso, KRI Hasan Basri, KRI Satsuin Tubun, KRI Singa, KRI Hiu, dan KRI Layang.  Ada juga tiga buah kapal selam, lima pesawat, dan 21 kapal perang yang telah dikerahkan menuju area pencarian. Tak hanya itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia juga mengirim empat kapal yang dilengkapi dengan sonar dan remotely operated vehicles (ROV).

Negara sahabat juga turut ikut membantu proses pencarian diantaranya Tentara Laut Diraja Malaysia yang mengirim MV Mega Bakti, Pemerintah Singapura mengirim MV Swift Rescue yang dilengkapi dengan kapal selam Deep Search and Rescue Six yang mampu terjun ratusan meter di kedalaman air laut. Pemerintah Australia juga mengirimkan 2 kapal perang yakni kapal HMAS Ballarat dan HMAS Sirius. Selanjutnya Amerika Serikat yang mengirimkan pesawat P-8 Poseidon yang dilengkapi dengan Magnetic Anomaly Detector (MAD) untuk memantau medan magnet bumi dibawah laut serta dapat mengungkap lokasi kapal selam.

Pada tanggal 24 April 2021, Kapal Selam KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam, hal ini diperkuat dengan bukti adanya serpihan-serpihan kapal yang ditemukan berupa pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, pelumas periskop dan alat shalat. Sampai akhirnya pada 25 April 2021, kapal selam ini ditemukan pada kedalaman 838 meter serta dapat dilihat secara visual oleh ROV dari MV Swift Rescue yang sebelumnya dipindai oleh KRI Rigel. Dengan ditemukannya kapal selam didasar laut tersebut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan pers nya mengatakan bahwa sebanyak 53 prajurit awak kapal dinyatakan gugur.

Akhir Kata

Nah sahabat, begitulah napak tilas perjalanan dari KRI Nanggala 402, untuk itu marilah sejenak kita panjatkan do’a untuk 53 prajurit yang telah gugur dengan ikhlas dalam menjalankan tugasnya demi kepentingan bangsa dan negara. Sejatinya mereka tidaklah pergi, kini mereka tengah menjalani tugas untuk menjaga samudera NKRI selamanya. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan kata, sampai jumpa di tulisan selanjutnya!.

Baca juga: Mengenal Korps Hiu Kencana Yang Kehilangan Prajurit Pada Tragedi KRI Nanggala 402

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *