Perkebunan Teh Indonesia Dan Sejarahnya Yang Perlu Kamu Ketahui

Sejarah perkebunan teh Indonesia

InnovationVibeSejarah Perkebunan Teh Indonesia, Awal mula tanaman teh dibawa ke Indonesia ialah oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer, ia dikenal sebagai seorang pegawai VOC yang bekerja sebagai saudagar, juga ahli botani, dokter, dan pengajar. Pada perkembangan selanjutnya, ia menjadi saudagar mewakili VOC di Dejima, Jepang, dan menjadi salah seorang japanolog Eropa pertama.

Dari Jepang lah Andreas Cleyer membawa bibit tanaman teh ke Indonesia yang pada waktu itu bernama Hindia Belanda.  Menariknya, tujuan awal bibit ini hanya sebagai tanaman hias dirumah dan kantor pegawai VOC. Kemudian berkembang menjadi perkebunan dan komoditas dagang utama VOC.

Perkebunan teh skala besar pertama di Indonesia dimulai oleh Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson yang merupakan seorang ahli teh, sebelumnya teh sudah melengkapi kebun Botani Hindia Belanda di Bogor, tepatnya di kebun Raya Bogor. Dengan percobaan kebun teh pertama di Cisurupan, Garut. Dari Garut perkebunan teh besar diawali di beberapa tempat, diantaranya daerah Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi).

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal van den Bosch. Perkebunan teh menjadi salah satu tanaman yang masuk dalam Cultuurstelsel, yaitu sistem tanam paksa yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, yang mana, jenis tanaman dan aturan mengikuti aturan darinya.

Baca juga: 9 Jenis Kopi Terbaik di Indonesia Yang Wajib Kamu Coba

Setelah penjajahan berakhir dan Indonesia merdeka perkebunan teh dikelola oleh negara melalui perusahaan yang dibentuk oleh pihak terkait, diantara perkebunan besar dan tua yang memiliki sejarah luarbiasa dengan menghasilkan pekerjaan bagi rakyat dan pendapatan bagi negara adalah.

1. Perkebunan Teh Simalungun

Kebun teh Simalungun merupakan perkebunan teh terbesar kedua di Indonesia, saat ini dikelola oleh PTPN IV. Wilayah perkebunannya  dibagi menjadi 3 bagian karena begitu besarnya kawasan perkebunan, diantaranya, kebun teh Tobasari, kebun teh Sidamanik dan kebun teh bah Butong.

sejarah perkebunan teh simalungun

Perkebunan Teh Simalungun, dimulai sekitar tahun 1917 oleh perusahaan Belanda bernama Nederland Handel Maatchapy, dengan awalnya membuka perkebunan teh di kecamatan Sidamanik. Dalam perkembangannya perkebunan teh di kabupaten Simalungun sempat dikenal sebagai produsen teh hitam terbesar ke 2 di Indonesia setelah Jawa Barat. Pihak perkebunan juga membangun pabrik pengolahan daun teh.

Pasang surut perjalanan perkebunan dengan luas 6.373,29 ha. yang turun naik sesuai perkembangan zaman, pernah survive dengan keuntungan berlipat, pernah juga menangunggung beban akibat biaya produksi yang tinggi.

Saat ini, perkebunan oleh masyarakat dikenal sebagai tempat wisata favorit, dikarenakan keindahan alam dan udara yang sejuk membuat wisatawan ramai berkunjung. Juga banyak sekali dilengkapi oleh spot yang instagrammable yang sangat digandrungi kaum ‘narsis’ yang rajin bermedsos ria.

2. Perkebunan Teh Kayu Aro

Sesuai namanya, perkebunan teh ini terletak di daerah Kayu Aro di kawasan Gunung Kerinci, propinsi Jambi, berada di ketinggian diatas 1.600 mdpl, membuat perkebunan teh Kayu Aro menjadi perkebunan teh tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh dikawasan Himalaya.

Sejarah Perkebunan Teh Kayo Aro Jambi

Perkebunan teh Kayu Aro juga menjadi perkebunan teh terluas di Indonesia dalam satu hamparan yang sangat luas, yakni sekitar 30 ribu hektar dalam satu hamparan. Dengan begitu, kawasan perkebunan ini juga berfungsi sebagai tempat wisata, ditopang oleh suhu udara yang berkisar antara 17-23 derajat Celsius. Bahkan, suhu minimum di perkebunan teh Kayu Aro ini bisa mencapai 5 derajat Celsius. Nah, untuk melengkapi sejuknya udara dan segarnya pagi, maka lebih lengkap sambil menyeruput teh hangat asli daerah penghasilnya.

Baca juga: 10 Manfaat Daun Jarak Bagi Kesehatan Dan Kebugaran Tubuh Kita

Teh Kayu Aro ini merupakan teh dengan kualitas dan rasa nomor 1 di dunia. Sampai sekarang menjadi favorit di antara bangsawan dan warga di Belanda, Inggris, maupun Eropa pada umumnya. Karena di Eropa pada masa dahulu, Teh adalah minuman mewah yang paling banyak dikonsumsi oleh bangsawan Eropa. Teh juga disebut berkait dengan manfaat untuk kesehatan, bahkan beberapa jenis teh diklasifikasikan sebagai obat.

Perkebunan teh Kayu Aro setiap tahun memproduksi 5.500 ton teh hitam. Dengan kualitas paling bagus diekspor ke Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat dan Asia. Proses pembuatan teh sendiri masih dilakukan dengan cara tradisional. tentunya, tanpa bahan pengawet atau pewarna tambahan, dan para pekerja dilarang menggunakan kosmetik saat memproses teh.

3. Perkebunan Teh Cisarua

Dikenal sebagai kawasan wisata Puncak, Bogor, perkebunan ini sangat populer di Indonesia, terutama dengan macetnya, akibat dari banyaknya pengunjung yang menginap ke kawasan ini di akhir pekan. Karena lokasi yang berdekatan dengan ibukota negara sekaligus daerah megapolitan yang berarti pusat bisnis dan keuangan tanah air.

Sejarah Perkebunan teh Cisarua Puncak Bogor

Perkebunan teh Cisarua ini bernama Gunung Mas dan terletak di Jalan Raya Puncak, Bogor,  serta dikelola oleh PTPN VII. Awalnya, perkebunan Gunung Mas dibuka oleh perusahaan Perancis dengan nama Gonoeng Mas Prancoise Nederlandise de Culture etde Commerce pada tahun 1910. Dan pada tahun 1912 dikuasai oleh perusahaan Jerma, bernama NV Culture My Tjikopo Zuid. Akhirnya pada tahun 1949 akibat Jerman kalah dalam perang dunia ke-2, perusahaan ini diambil alih oleh pemerintah Belanda dan dikelola oleh pusat perkebunan negara atau disingkat GLB.

Pada tahun 1954 berganti lagi pengelolanya, masih perusahaan Belanda juga dengan nama NV Tedeman Van Kerchem (TVK) dengan kantor pusatnya berada di Bandung. Dan baru pada tahun 1958 diambil alih oleh Pemerintah Indonesia lalu dilebur ke dalam PPN Baru Kesatuan Jabar 2. Pada tahun 1963 melalui reorganisasi perusahaan, lokasi ini dimasukan dalam PPN Antan VII dan selanjutnya pada tahun 1971 masuk PNP XII. Juga pada tahun yang sama, status PNP XII berubah lagi menjadi PT Perkebunan XII (persero). Saat ini, Kebun teh dengan luas ratusan hektar ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

4. Perkebunan Teh Ciwidey

Perkebunan Teh Ciwidey ini merupakan 4 lokasi perkebunan teh sekaligus yaitu Malabar, Rancabali, Pangalengan, dan Gununghalu. Merupakan kebun teh yang luas dengan lahan terasering dan udara sejuk. Lebih terkenal sebagai tempat wisata dengan lokasi foto dan jalan-jalan santai nan aduhai.

Sejarah Perkebunan Teh Ciwidey

Perkebunan teh Ciwidey saat ini lebih banyak menarik wisatawan untuk berekreasi dengan tempat berfoto yang asyik dilatari hamparan hijau kebun teh. Karena hamparan teh yang hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong.

Berjalan menelusuri kebun teh pundi jalan setapak menjadi sensasi tersendiri bagi penikmat wisata alam. Dan bila kebetulan, pengunjung dapat melihat langsung para pemetik teh yang memilih teh pilihan untuk kemudian diolah.

5. Perkebunan Teh Brebes

Perkebunan teh Brebes ini disebut juga dengan kawasan agrowisata Kaligua yang merupakan kawasan wisata agro didaerah dataran tinggi yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Sejarah Perkebunan Teh Kaligua Brebes

Saat ini diikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah yang juga merupakan sebuah diversifikasi usaha dari perkebunan teh untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah.

Produk yang dihasilkan oleh perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam dengan merk “Kaligua” yang tersedia dalam bentuk kemasan teh celup maupun serbuk. Selain itu, wisatawan yang datang juga dapat menikmati hangatnya teh hitam Kaligua di lokasi atau membelinya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

6. Perkebunan Teh Wonosobo

Seperti kebuh teh pada umumnya, tak heran jika tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Wonosobo. Pemandangan di kebun teh yang menyejukkan mata dan mampu melepaskan penat di kepala, menjadi keunggulan tersendiri bagi pelancong. salah satu kebun teh yang banyak dikunjungi adalah kebun teh Tambi, wisatawan dapat melakukan tracking menyusuri perkebunan.

Sejarah Perkebunan Teh Tambi Wonosobo

Lokasi yang berada dataran tinggi Dieng menjadikannya salah satu objek wisata paling kondang di Indonesia. Lokasi kebun teh Tambi ini berada di jalan Wonosobo-Dieng, sehingga mudah kunjungi untuk mampir sejenak sebelum menuju Dataran Tinggi Dieng. hamparan luas kebun teh yang disuguhkan di Kebun Teh Tambi berupa warna yang hijau dan udara yang sejuk serta pemandangan pegunungan yang indah di sekitarnya.

Kualitas teh Indonesia sendiri dikenal memiliki kandungan katekin atau antioksidan alami yang tertinggi di dunia. Kebanyakan produksi teh Indonesia adalah teh hitam, lalu diikuti oleh teh hijau. Dibandingkan dengan negara-negara utama penghasil teh lainnya, hasil produksi per hektar dari Indonesia cukup rendah karena kebanyakan petani yang kurang dalam hal kemampuan keuangan serta keahlian untuk mengoptimalkan produksi, sementara sebagian besar dari perkebunan teh Indonesia ditumbuhkan dari biji dan bukannya dari hasil stek daun teh. Itulah sedikit ulasan mengenai perkebunan teh di Indonesia, semoga membantu dalam penjelasannya.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *